Menurut analisis Aqueduct Global Flood Analyzer, Indonesia menempati posisi keenam negara dengan 80 persen dari total populasi terdampak banjir setiap tahunnya. Bencana banjir di Indonesia sendiri biasa terjadi akibat kondisi alam atau ulah manusia. Banjir terjadi ketika luapan air menenggelamkan tanah atau daratan lain yang biasanya kering dan biasanya sering terjadi di kota-kota besar dengan permukaan tanah yang lebih rendah dibandingkan permukaan laut dan minim resapan air.
Memasuki bulan ketiga di tahun 2022 ini bencana banjir di tanah air tak henti-hentinya terjadi secara bergantian di beberapa wilayah Indonesia. Seperti di minggu ini, banjir telah merendam wilayah Rancaekek (Jawa Barat), Balikpapan, Kebumen, dan Purwerejo.
Ribuan orang terdampak akibat bencana banjir kali ini, rumah-rumah tenggelam, dan para penyintas terpaksa harus mengungsi. Selain lingkungan menjadi kotor akibat lumpur, mereka juga banyak kehilangan barang berharga akibat terbawa arus banjir, atau rusak terkena air yang kotor.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tahun 2022 jumlah anak putus sekolah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Padahal banyak sekali anak-anak Indonesia yang cerdas, dan berprestasi tetapi mereka tidak memiliki pilihan karena orang tuanya hidup dengan keterbatasan ekonomi. Karena dari itu kami mengajak Ayah, Bunda agar ikut mendaftarakn diri menjadi Orang Tua Asuh untuk anak-anak Yatim dan Duafa yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Agar kita semua bisa menyelamatkan masa depannya.