Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Panti Asuhan Lentera Hati menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama anak asuh. Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus cinta kepada Rasulullah SAW. Setiap 12 Rabi’ul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia memperingati Maulid Nabi. Rasulullah SAW lahir di Makkah pada tahun Gajah, saat Abrahah memimpin pasukan bergajah untuk menyerang Ka’bah. Kehadiran beliau bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan risalah Islam yang hingga kini menerangi kehidupan manusia.
Peringatan Maulid Nabi telah menjadi tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Muslim, baik di Indonesia maupun dunia. Meskipun bentuknya beragam, hakikat peringatan Maulid Nabi adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Umat Islam menunjukkan cinta kepada Rasulullah SAW dengan bershalawat, mengenang perjuangan, dan meneladani akhlak mulia beliau.
Nabi Muhammad SAW menunjukkan pribadi yang jujur, amanah, penyabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang. Beliau bukan hanya seorang Rasul, tetapi juga seorang pendidik, pemimpin, sekaligus teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Allah SWT berfirman:
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Peringatan Maulid Nabi menjadi momen muhasabah, bukan sekadar seremonial, untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Muhasabah untuk mengukur sejauh mana kita sudah meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam bersikap kepada keluarga, dalam berinteraksi dengan sesama, maupun dalam beribadah kepada Allah SWT.
Dengan semangat itu, Yayasan Lentera Hati menggelar acara Maulid Nabi pada Ahad, 21 September 2025 dengan tema “Meneladani Akhlaq Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan akhlak sekaligus mempererat kebersamaan, baik bagi anak-anak asuh maupun masyarakat sekitar.
Rangkaian Acara Maulid Nabi di Panti Asuhan Lentera Hati
Acara dimulai pukul 09.00 WIB ketika MC Sobri dan Rika membuka rangkaian kegiatan. Adit dan Sinta melantunkan qiro’ah yang menambah suasana khidmat. Kemudian seluruh peserta berdiri untuk mengumandangkan Indonesia Raya, dilanjutkan menyanyikan Mars Persada Jatim Indonesia. Ketua Yayasan dan manajemen operasional Yayasan Lentera Hati kemudian menyampaikan sambutan hangat.
Kemeriahan semakin terasa dengan beragam penampilan kreasi anak asuh Lentera Hati. Ada tari nasyid islami oleh Kirana, Jamilah, Sabrina, dan Shafa; tari Kajawi Bujang Ganong oleh Rafli; serta tari Boria oleh Alfa, Wawan, Wahyu, dan Aminah. Penampilan pantomim Farhat dan Joshua menjadi agenda yang paling dinantikan. Aksi lucu mereka sukses memecah suasana, membuat hadirin tertawa lepas dan menambah kehangatan acara.
Memasuki inti acara, Bapak Herdi Sutoyo, S.E. menyampaikan tausiah penuh makna tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Sunyono dan Bapak Ruslan memimpin mahalul qiyam, dan hadirin pun mengikuti dengan lantunan shalawat khusyuk. Momen istimewa terjadi di penghujung mahalul qiyam, ketika anak-anak antusias mengikuti “rebutan gantungan” yang menambah keceriaan dan tawa bersama.
Momen haru hadir ketika Iqbal memimpin doa anak yatim, mengalunkan doa-doa tulus penuh harapan. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama dan pembagian santunan bagi anak-anak asuh, sebagai wujud kepedulian dari para donatur dan keluarga besar Yayasan Lentera Hati. Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya acara rutin, tetapi juga sarana pembinaan akhlak dan penguatan spiritual. Semoga dengan kegiatan ini, nilai-nilai teladan Rasulullah SAW dapat senantiasa menginspirasi dan membimbing langkah kita dalam kehidupan sehari-hari.


















